Ternodakah ilmu?
09 Okt 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
Tulisan ini saat saya masih muda. Pikiran ini muncul saat saya masih haus ilmu, dan pun saya tak ingin kehilangan kehausan itu. Menjadi sebuah kegelisahan ketika ilmu semakin dikacaukan oleh uang. Ketika nilainya hanya diukur dari materi. Dan kita didoktrin menjadi manusia yang materialistis. Saat kita diminta untuk menguasai sesuatu untuk kelak mendapatkan sekian juta per bulan. Hina! Sungguh terhina ilmu dihargai dengan uang.
Ilmu bukan alat mencari harta, harta adalah ilmu itu sendiri.
Kau ingat saat kau bingung menentukan jurusan apa yang akan kau pilih saat kau akan melangkah ke universitas? Kau akan memikirkan orangtuamu, keinginanmu dan pasti sebesar apa keuntungan yang akan kau dapat setelah lulus nanti, seberapa besar kesempatanmu memperoleh pekerjaan. Dan itu yang kau sebut prospek. Dan kau akan bangga ketika kau mendapati cerita bahwa lulusan jurusan bla bla bla mendapat gaji sekian juta per bulan, ukuran yang besar untuk awal masuk di dunia kerja.
Lalu setelah kau masuk dalam jurusan yang kau pilih, dosen-dosenmu akan bercerita tentang keberhasilan seniormu yang kaya, tentang kemungkinanmu mendapat banyak uang. Dan mendapati diri yang tanpa sadar membuat itu sebagai tujuan mencari ilmu. Itukah yang disebut dengan keberhasilan? Itukah yang disebut dengan kesuksesan? Tak ada salahnya memang menjadi kaya, tak ada salahnya memang bertujuan punya uang banyak, yang salah adalah ketika kau menjadikan harta sebagai raja dan menggunakan ilmu untuk merayu sang raja.
Saya hanya tak mau kesakralan menuntut ilmu menjadi sempit artinya, yang didenotasikan dengan materi. Saya ingin ketulusan ada di dalamnya. Saya ingin kemanfaatan yang diberikannya. Karena sesungguhnya ilmu tak akan berarti apa-apa tanpa ada kita, manusia-manusia pembaharu.
